About Goossip…!!!!

Di jaman Yunani kuno, Socrates adalah seorang

terpelajar dan intelektual yang terkenal reputasinya

karena pengetahuan dan kebijaksanannya yang tinggi.

Suatu hari seorang pria berjumpa dengan Socrates dan

berkata, Tahukah anda apa yang baru saja saya dengar

mengenai salah seorang teman anda?”

Tunggu sebentar,” jawab Socrates. Sebelum

memberitahukan saya sesuatu, saya ingin anda melewati

sebuah ujian kecil.

Ujian tersebut dinamakan Ujian Saringan Tiga Kali.”

Saringan tiga kali?” tanya pria tersebut. “Betul,”

lanjut Socrates.

Sebelum anda mengatakan kepada saya mengenai teman

saya, mungkin merupakan ide yang bagus untuk

menyediakan waktu sejenak dan menyaring apa yang akan

anda katakan. Itulah kenapa saya sebut sebagai Ujian

Saringan Tiga Kali.

Saringan yang pertama adalah KEBENARAN.

Sudah pastikah anda bahwa apa yang anda akan katakan

kepada saya adalah benar?”

Tidak,” kata pria tersebut,”sesungguhnya saya baru

saja mendengarnya dan ingin memberitahukannya kepada

anda“. Baiklah,” kata Socrates.

Jadi anda sungguh tidak tahu apakah hal itu benar atau tidak.”

Sekarang mari kita coba saringan kedua yaitu :KEBAIKAN

Apakah yang akan anda katakan kepada saya mengenai

teman saya adalah sesuatu yang baik?” “Tidak,

sebaliknya, mengenai hal yang buruk“.

Jadi,” lanjut Socrates, “anda ingin mengatakan kepada

saya sesuatu yang buruk mengenai dia, tetapi anda

tidak yakin kalau itu benar.

Anda mungkin masih bisa lulus ujian selanjutnya,yaitu: KEGUNAAN

Apakah apa yang anda ingin beritahukan kepada saya

tentang teman saya tersebut akan berguna buat saya?”

Tidak, sungguh tidak,” jawab pria tersebut. “Kalau

begitu,” simpul Socrates,” jika apa yang anda

ingin beritahukan kepada sayatidak benar, tidak

juga baik, bahkan tidak berguna untuk saya, kenapa

ingin menceritakan kepada saya ?”

Sebuah panah yang telah melesat dari busurnya dan

membunuh jiwa yang tak bersalah, dan kata-kata yang

telah diucapkan yang menyakiti hati seseorang,

keduanya tidak pernah bisa ditarik kembali.

Jadi sebelum berbicara, gunakanlah Saringan Tiga Kali.

Patung “David”

Di Florence, terdapat sebuah museum istimewa yang sengaja dibangun bagi sebuah patung David yang diciptakan oleh Michelangelo beberapa ratus tahun yang lalu. Patung itu barangkali adalah sebuah kaya patung yang paling indah di dunia. Berada secara fisik di dalam ruangan yang sama dengan patung tersebut adalah sebuah pengalaman yang tidak akan pernah dapat dilupakan.

Cerita tentang pembuatan David sangat menarik dan menjadi pelajaran berharga. Dahulu, Michelangelo diminta secara khusus oleh keluarga Medicis untuk menciptakan sebuah patung yang akan diletakkan di alun-alun Kota Florence. Keluarga Medicis adalah “sebuah keluarga yang kaya raya dan terpandang di Italia pada zaman tersebut”. Sebuah pesanan khusus dari keluarga Medicis bukan hanya berarti sebagai sebuah kehormatan besar; pesanan seperti ini juga sebuah tugas yang tidak dapat ditolak begitu saja. Selama dua tahun penuh Michelangelo mencari sebongkah batu yang dapat dia pergunakan untuk menciptakan sebuah mahakarya bagi keluarga Medicis.

Akhirnya, di pinggir sebuah jalan di Florence, separuh tertutup semak belukar dan tertimbun lumpur, dia menemukan sebongkah besar pualam di atas sebuah titian kayu. Batu tersebut bertahun-tahun sebelumnya telah diangkut, dari pegunungan, tetapi tidak pernah dipergunakan orang.

Michelangelo telah melalui jalanan itu berkali-kaki, tetapi kali ini dia berhenti dan menatap batu tersebut lebih dekat lagi. Ketika dia maju mundur mengamati bongkahan pualam itu, dengan jelas dia dapat membayangkan patung David dan melihatnya di dalam batu tersebut secara keseluruhan.

KEBERHASILAN BESAR MEMBUTUHKAN KERJA KERAS YANG PANJANG

Sang pematung dengan segera mengatur agar bongkahan pualam itu dapat diangkut ke studionya yang cukup jauh dari tempat ditemukannya batu tersebut. Dia kemudian memulai pekerjaannya yang panjang dan berat, memalu dan memahat. Diperlukan dua tahun penuh baginya untuk bekerja menciptakan gambaran kasar patung tersebut. Dia kemudian menyisihkan palu dan pahatnya, dan menghabiskan dua tahun lagi untuk memoles dan menghaluskan sampai patung itu benar-benar siap.

Michelangelo pada saat itu telah menjadi seorang pematung yang terkenal, dan kabar bahwa dia sedang mengerjakan sebuah pesanan khusus dari keluarga Medicis telah menyebar ke seantero Italia. Ketika waktunya tiba untuk mempertontonkan patung tersebut kepada publik, ribuan orang datang dari seluruh Italia danberkumpul di alun-alun kota.

Ketika selubung yang menutup patung dibuka, kerumunan massa yang berada disana tercengang dengan mulut ternganga. Patung itu luar biasa indah. Orang banyak bersorak-sorai. Wanita-wanita jatuh pingsan. Para pengunjung merasa kagum melihat kecantikan luar biasa patung hebat itu. Michelangelo dengan segera dikenal sebagai pematung terhebat pada zamannya.

Sesudah itu, ketika Michelangelo ditanya bagaimana dia dapat menciptakan sebuah mahakarya seperti itu, dia menjawab dengan mengatakan bahwa dia telah melihat David dengan lengkap dan sempurna pada batu pualam yang dia temukan. Yang dia lakukan hanyalah membuang apa-apa yang bukan David.

ANDA ADALAH SEBUAH MAHAKARYA

Terdapat beberapa kesamaan antara Anda dan patung David.

Anda pun kurang lebih seperti sebuab mahakarya hebat yang terdapat dalam sebongkah pualam. Akan tetapi, pualam yang menutupi Anda, seperti juga kebanyakan orang lain, adalah pemikiran yang sempit dan terbatas serta kekhawatiran yang berlebih terhadap berbagai kemungkinan kerugian dan kegagalan, dan bukannya antisipasi penuh semangat menyongsong datangnya kesuksesan dan keberhasilan.

Agar dapat menyadari potensi Anda, hal mendesak yang perlu Anda lakukan adalah menjebol pemikiiran sempit Anda dengan memimpikan impian yang besar dan membayangkan berbagai kemungkinan yang tak terbatas. Anda harus menghilangkan semua keyakinan-keyakinan negatif yang telah menghambat Anda untuk menjadi apa yang sebenarnya dapat Anda capai.

Namun ingatlah, bahkan setelah David dibebaskan dari batu pualamnya, Michelangelo membutuhkan dua tahun penuh untuk memoles dan menghaluskannya dan menjadikannya sebuah mahakarya, Demikian juga Anda.

Andalah yang harus meneruskannya, memoles dan menghaluskan, belajar dan berlatih, selama berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, mengembangkan dan mengeluarkan semua bakat dan kebisaan Anda yang terdapat jauh di dalam diri Anda.

(SomeOne, Artikel Fresh)

STORM OF LIFE

Di sebuah pulau yang kecil, berkumpullah berbagai macam kapal di dermaga, mulai perahu kecil, kapal kecil, kapal besar, perahu mesin, kapal mesin, speed boat, kapal layar, dan berbagai jenis kendaraan air lainnya. Para perahu nelayan pun tidak berani menantang badai yang telah menenggelamkan beberapa perahu nelayan lainnya selama beberapa minggu. Dalam beberapa minggu dermaga itu dipenuhi dengan kapal-kapal yang memilih berdiam diri. Sumber informasi yang terpercaya mengabarkan bahwa musim badai kali ini tidak akan berhenti dalam beberapa bulan. Bisa dikatakan bahwa musim badai kali ini bisa saja terjadi dalam setahun bahkan mungkin lebih. Hal itu membuat semua kapal-kapal semakin takut untuk beroperasi atau bekerja.

Namun, tidak semua kapal memilih untuk tidak berlayar. Adalah perahu layar yang cukup tua sedang mempersiapkan layar2nya seperti hendak melakukan perjalanan jauh. Hal itu membuat semua kapal menjadi heran dan juga menasihati dia untuk tidak melakukan perjalanan yang berbahaya itu. Selama musim badaiyang sangat besar itu tidak ada satu kapal pun yang selamat tiba di tujuantaupun kembali. Ketika kapal layar itu bersikeras untuk berlayar, para kapal lainnya bertanya kepadanya mengapa ia nekad melakukan perjalanan yang berbahaya itu. Si kapal layar menjawab, “ sampai kapan kita akan tinggal di pulau ini sementara musim badai tahun ini belum tentu kapan akan berhenti. Pulau ini sangat kecil. Segala persediaan dan kebutuhan kita selalu dating dari pulau besar yang ada di seberang sana. Akankah kita menantikan semua persediaan habis lalu kemudian kita baru berusaha mencari persediaan baru? Ataukah kita harus menunggu badai ini berhenti meskipun kita tidak tahu kapan badai ini akan berhenti?” perkataan kapal layar diresponi sinis oleh kapal mesin, “kapal mesin saja yang berkekuatan besar saja tidak akan sanggup melawan badai sebesar ini. Bagaimana kamu sebagai kapal layar yang hanya berharap kepada angin mampu berhasuil menantang badai ini? Yang terjadi justru kamu akan diombang-ambingkan oleh badai dan angin yang akan membawa kamu ke dalam pusaran air yang akan mencelakakan kamu.”

Si kapal layar, mendengarkan semua nasihat, sindiran dan juga cacian dari kapal-kapal lainnya yang meragukan keberhasilannya. Meskipun demikian, ia tetap memutuskan untuk berlayar di pulau seberang. Sebelum ia pergi, ia menitip pesan buat semua sahabat2nya yang memilih tinggal di pulau kecil itu,”sobat, pengharapan adalah hidup, keyakinan adalah semangat. Saya yakin bahwa angin badai ini akan membawa saya ke pulau seberang”. Si kapal layar pun pergi. Semua sahabat dan kapal2 lainnya menganggap dia gila. Beberapa jam kemudian badai besar pun dating, lebihbesar dari sebelumnya. Semua kapal yang ada di dermaga panic. Beberapa dari mereka berkata, “si kapal layar memilih mati!” Namun perkataan itu dibalas oleh perahu kecil, “kita yang akan mati karena pulau ini kan tenggelam!”

Singkat cerita, pulau kecil itu tenggelam bersama-sama dengan kapal2 yang terikat di dermaga. Sedangkan si kapal layar, meskipun dengan kondisi yang sedikit parah, ia bisa tiba di pulau besar dimana di sana ia diperbaiki menjadi kapal layar yang baru karena berani menantang badai. Ia berhasil bertahan hidup karena memiliki pengharapan dan keyakinan.

Guys, hidup kita tidak akan pernah berhenti dari badai masalah karena itulah hidup. Hidup tanpa masalah sama dengan sekolah tanpa ujian. Apakah kita akan naik kelas dan masuk dalam setiap tahap pendidikan jika tidak ada ujian? Demikian juga dengan hidup kita. Ujian dan cobaan akan terus datang maka kita harus punya keyakinan bahwa kita pasti akan berhasil melaluinya. Kita pun butuh pengharapan, yakni kita berharap sepenuhnya kepada Tuhan bahwa hanya tangan-Nyalah yang mampu memimpin kita melewati badai kehidupan dengan selamat.

Jangan pernah menyerah atau pun berpikir pesimis tentang hidup ini. Masa depan kita selalu menjadi baik jika kita hidup dalam pengharapan dan keyakinan. Optimis di dalam Tuhan itu sangat perlu. Kalau Tuhan meluaskan badai kehidupan menerpa kita, maka Ia pasti telah menyediakan solusi agar kita melaluinya. Dan juga kita telah naik level dalam tingkatan Rohani Kita, semakin tinggi kita naik level, maka badai masalah akan lebih besar menerpa kita, namun itu tidak masalah, karena kita punya Tuhan yang tidak akan pernah bertindak diam, Dia itu bagaikan Seorang nakhkoda dalam kehidupan kita, dengan Yesus sebagai Nakhkoda kita, segala macam jenis badai apapun akan dapat kita lalui bersama-Nya.

“Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Ibrani 13:5b

Ayam Rajawali

Alkisah, di suatu perkampungan hiduplah seorang pemburu. Suatu hari dia naik ke bukit yang penuh batu cadas untuk menangkap rajawali. Sesampai di sarang rajawali, dia hanya menemukan sebutir telur. Daripada pulang sia-sia, telur tersebut dibawanya pulang dan diletakkannya di induk ayam yang sedang mengeram. Singkat cerita, semua telur yang dieramkan menetas, anak ayam muncul satu-satu, begitu juga dengan anak rajawali. Hari demi hari dilalui sang rajawali dengan perilaku ayam, karena dia mengira dirinya ayam. Ia mengais-ngais tanah, memakan cacing, bermain di selokan, dan segala perilaku layaknya seekor ayam. Suatu hari, rajawali dan anak-anak ayam itu dikejar-kejar musang, mereka lari terbirit-birit, dan bersembunyi. Di tengah-tengah kepanikan dan ketakutan luar biasa itu, sang anak rajawali menengadah ke langit, dan terlihat olehnya seekor burung rajawali dewasa terbang gagah membelah awan. Terlintas dalam benaknya, ia ingin terbang seperti rajawali itu, begitu gagah dan perkasa tampaknya, dan ia mulai mencoba mengepak-ngepakkan sayapnya katika tiba-tiba anak ayam lain berceloteh: “hey, sedang apa kau?? Kita ini ayam, bukan rajawali, dan ayam itu tidak bisa terbang, selamanya ayam tidak akan pernah bisa terbang “semangat anak rajawali pun surut dan cita2nya mundur teratur, dan dia ikut bersembunyi bersama anak ayam lainnya.

Karena “ketidaktahuan”, banyak orang melewati hidupnya dengan sia-sia. Sadari kemampuan diri sendiri, hati-hati terhadap ‘nasehat’ yang menghambat, kembangkan potensi ‘Rajawali’ yang ada dalam diri kita.

Elang dan Kucing Hutan

Seekor elang jatuh cinta kepada seekor kucing hutan. Walaupun tempat hidup dan cara pikir mereka sangat berbeda, tapi elang tidak peduli karena dia sangat mencintainya. Mereka menikah dan tinggal di satu batang pohon. Pada awalnya mereka bahagia, tapi elang tetaplah elang. Dia diciptakan untuk terbang tinggi dan menjadi penguasa angkasa bukan untuk bertengger di batang pohon sepanjang hari. Elang berusaha mengajak pasangannya terbang di angkasa dengan cara menggendong-nya tetapi kucing hutan terlalu berat. Elang menjadi cepat lelah dan tidak bisa terbang lebih tinggi dari pohon-pohon. Dia akhirnya lebih sering menemani pasangannya dan jarang terbang lagi sehingga sayap-sayapnya menjadi lemah dan tak terlatih. Pernikahan yang semula harmonis sekarang diwarnai pertengkaran karena perbedaan yang sangat mencolok di antara mereka. Elang, yang sangat mencintai pasangannya akhirnya menyerah dan memotong sayapnya yang memang sudah lemah. Sepanjang hidupnya elang melompat-lompat di batang pohon dan hanya melihat ke angkasa tempat dimana dia seharusnya berada.

 

Tuhan punya rencana yang berbeda untuk kamu, dan Dia sudah menyiapkan tempat dimana kamu seharusnya berada dan orang yang kamu suka itu ga akan bisa ikut ke tempat kamu bisa menjalani hidup yang maksimal. Seorang pria akan bisa mencapai tempat yang Tuhan sediakan ketika dia mempunyai seorang pasangan yang mempercayai hal yang sama, visi yang sama dan bersedia bersama-sama berusaha mencapai visi itu.

Memang ada kemungkinan bahwa suatu hari nanti setelah lama bersama-sama, kucing hutan akan berubah menjadi elang dan mereka bisa terbang bersama tapi kemungkinannya kecil. Yang seringkali terjadi justru elang yang sayapnya menjadi lemah atau justru elangnya yang berubah menjadi kucing hutan. Resikonya terlalu besar, Salomo adalah salah satu elang yang dimasa tuanya sayapnya menjadi lemah karena dia mencintai orang yang salah.

Bagaimanapun, keputusan ada di tangan kamu karena yang menentukan jalan mana yang akan kamu pilih adalah kamu sendiri. Tapi paling tidak kamu harus tahu resiko apa yang tersedia untuk jalan yang kamu pilih. Saran saya, carilah pasangan yang bisa mendukung kamu ke tempat yang seharusnya.

From Gfresh no 76