STORM OF LIFE

Di sebuah pulau yang kecil, berkumpullah berbagai macam kapal di dermaga, mulai perahu kecil, kapal kecil, kapal besar, perahu mesin, kapal mesin, speed boat, kapal layar, dan berbagai jenis kendaraan air lainnya. Para perahu nelayan pun tidak berani menantang badai yang telah menenggelamkan beberapa perahu nelayan lainnya selama beberapa minggu. Dalam beberapa minggu dermaga itu dipenuhi dengan kapal-kapal yang memilih berdiam diri. Sumber informasi yang terpercaya mengabarkan bahwa musim badai kali ini tidak akan berhenti dalam beberapa bulan. Bisa dikatakan bahwa musim badai kali ini bisa saja terjadi dalam setahun bahkan mungkin lebih. Hal itu membuat semua kapal-kapal semakin takut untuk beroperasi atau bekerja.

Namun, tidak semua kapal memilih untuk tidak berlayar. Adalah perahu layar yang cukup tua sedang mempersiapkan layar2nya seperti hendak melakukan perjalanan jauh. Hal itu membuat semua kapal menjadi heran dan juga menasihati dia untuk tidak melakukan perjalanan yang berbahaya itu. Selama musim badaiyang sangat besar itu tidak ada satu kapal pun yang selamat tiba di tujuantaupun kembali. Ketika kapal layar itu bersikeras untuk berlayar, para kapal lainnya bertanya kepadanya mengapa ia nekad melakukan perjalanan yang berbahaya itu. Si kapal layar menjawab, “ sampai kapan kita akan tinggal di pulau ini sementara musim badai tahun ini belum tentu kapan akan berhenti. Pulau ini sangat kecil. Segala persediaan dan kebutuhan kita selalu dating dari pulau besar yang ada di seberang sana. Akankah kita menantikan semua persediaan habis lalu kemudian kita baru berusaha mencari persediaan baru? Ataukah kita harus menunggu badai ini berhenti meskipun kita tidak tahu kapan badai ini akan berhenti?” perkataan kapal layar diresponi sinis oleh kapal mesin, “kapal mesin saja yang berkekuatan besar saja tidak akan sanggup melawan badai sebesar ini. Bagaimana kamu sebagai kapal layar yang hanya berharap kepada angin mampu berhasuil menantang badai ini? Yang terjadi justru kamu akan diombang-ambingkan oleh badai dan angin yang akan membawa kamu ke dalam pusaran air yang akan mencelakakan kamu.”

Si kapal layar, mendengarkan semua nasihat, sindiran dan juga cacian dari kapal-kapal lainnya yang meragukan keberhasilannya. Meskipun demikian, ia tetap memutuskan untuk berlayar di pulau seberang. Sebelum ia pergi, ia menitip pesan buat semua sahabat2nya yang memilih tinggal di pulau kecil itu,”sobat, pengharapan adalah hidup, keyakinan adalah semangat. Saya yakin bahwa angin badai ini akan membawa saya ke pulau seberang”. Si kapal layar pun pergi. Semua sahabat dan kapal2 lainnya menganggap dia gila. Beberapa jam kemudian badai besar pun dating, lebihbesar dari sebelumnya. Semua kapal yang ada di dermaga panic. Beberapa dari mereka berkata, “si kapal layar memilih mati!” Namun perkataan itu dibalas oleh perahu kecil, “kita yang akan mati karena pulau ini kan tenggelam!”

Singkat cerita, pulau kecil itu tenggelam bersama-sama dengan kapal2 yang terikat di dermaga. Sedangkan si kapal layar, meskipun dengan kondisi yang sedikit parah, ia bisa tiba di pulau besar dimana di sana ia diperbaiki menjadi kapal layar yang baru karena berani menantang badai. Ia berhasil bertahan hidup karena memiliki pengharapan dan keyakinan.

Guys, hidup kita tidak akan pernah berhenti dari badai masalah karena itulah hidup. Hidup tanpa masalah sama dengan sekolah tanpa ujian. Apakah kita akan naik kelas dan masuk dalam setiap tahap pendidikan jika tidak ada ujian? Demikian juga dengan hidup kita. Ujian dan cobaan akan terus datang maka kita harus punya keyakinan bahwa kita pasti akan berhasil melaluinya. Kita pun butuh pengharapan, yakni kita berharap sepenuhnya kepada Tuhan bahwa hanya tangan-Nyalah yang mampu memimpin kita melewati badai kehidupan dengan selamat.

Jangan pernah menyerah atau pun berpikir pesimis tentang hidup ini. Masa depan kita selalu menjadi baik jika kita hidup dalam pengharapan dan keyakinan. Optimis di dalam Tuhan itu sangat perlu. Kalau Tuhan meluaskan badai kehidupan menerpa kita, maka Ia pasti telah menyediakan solusi agar kita melaluinya. Dan juga kita telah naik level dalam tingkatan Rohani Kita, semakin tinggi kita naik level, maka badai masalah akan lebih besar menerpa kita, namun itu tidak masalah, karena kita punya Tuhan yang tidak akan pernah bertindak diam, Dia itu bagaikan Seorang nakhkoda dalam kehidupan kita, dengan Yesus sebagai Nakhkoda kita, segala macam jenis badai apapun akan dapat kita lalui bersama-Nya.

“Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Ibrani 13:5b

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: