Kualitas Hati Dan 10 Aturan untuk Suatu Hari yg Berbahagia

KUALITAS HATI

Saduran berikut mungkin dapat menjadi renungan dan memberi inspirasi bagi kita:

Kepada mereka yang meninggalkanku seorang diri, terima kasih,
Tanpa kalian, aku tidak akan pernah menemukan diriku sendiri.

Kepada mereka yang selalu mencelaku, terima kasih,
Tanpa kalian, aku tidak pernah memperbaiki kesalahanku.

Kepada mereka yang selalu menghakimiku, terima kasih,
Dari kalian aku belajar melihat orang lain tidak hanya dari penampilan luar saja..

Kepada mereka yang menganggapku lemah dan tak berdaya, terima kasih,
Dari kalian aku bisa belajar untuk selalu berharap kepada TUHAN.

Kepada mereka yang telah mentertawakanku, terima kasih,
Tanpa kalian, aku tidak pernah belajar untuk intropeksi diri.

Kepada mereka yang telah menyakitiku, terma kasih,
Tanpa kalian, aku tidak akan pernah belajar mengampuni.

Kepada mereka yang telah mengecewakanku, terima kasih.
Tanpa kalian, aku tidak pernah bisa belajar memahami orang lain.

Kepada mereka yang berpikir bahwa aku tidak dapat melakukan sesuatu,terima kasih
karena tanpa mereka, aku tidak akan pernah mencoba sesuatu yang baru ataupun sikap baru.

============ ========= ========= ========= =====

10 Aturan untuk Suatu Hari yg Berbahagia

1. HARI INI SAYA TIDAK AKAN MEMBALAS DENDAM:
Bila seseorang berlaku kasar, bila seseorang berlaku tidak sabar, bila seseorang tidak ramah … saya tidak akan berlaku demikian.

2. HARI INI SAYA AKAN MEMOHON TUHAN MEMBERKATI “MUSUH” SAYA:
Bila saya menjumpai seseorang yang memperlakukan saya dengan kasar atau tidak adil, saya diam-diam akan memohon pada Tuhan untuk memberkati orang itu. Saya memahami bahwa “musuh” saya boleh jadi adalah seorang anggota keluarga, tetangga, teman sekerja atau orang yang tidak saya kenal.

3. HARI INI SAYA AKAN BERHATI-HATI DENGAN KATA-KATA SAYA:
Saya akan berhati-hati dan mengendalikan kata-kata saya dan meyakini bahwa saya tidak menyebar gosip.

4. HARI INI SAYA AKAN BERJALAN LEBIH JAUH:
Saya akan menemukan cara untuk menolong dengan berbagi beban dengan orang lain.

5. HARI INI SAYA AKAN MEMAAFKAN:
Saya akan memaafkan setiap sakit dan luka hati yang saya temui.

6. HARI INI SAYA AKAN MELAKUKAN HAL YANG BAIK UNTUK SESEORANG, TETAPI SAYA AKAN MELAKUKANNYA DIAM-DIAM:

Secara anonim saya akan mencoba menjadi berkat bagi orang lain

7. HARI INI SAYA AKAN MEMPERLAKUKAN ORANG LAIN SEBAGAIMANA SAYA INGIN DIPERLAKUKAN:
Saya akan melakukan aturan emas – berlakulah pada orang lain sebagaimana Anda ingin mereka memperlakukan Anda – pada setiap orang yang saya jumpai.

8. HARI INI SAYA AKAN MEMBERI SEMANGAT PADA SESEORANG YANG SEDANG PUTUS ASA:
Senyum saya, kata-kata saya, dukungan saya, dapat membuat perbedaan bagi
orang yang sedang bergumul dalam kehidupannya.

9. HARI INI SAYA AKAN MEMELIHARA TUBUH SAYA:
Saya akan makan secukupnya; saya hanya akan makan makanan yang sehat.
Saya akan bersyukur pada Tuhan untuk tubuh saya.

10. HARI INI SAYA AKAN BERTUMBUH SECARA ROHANI:
Saya akan memberikan waktu lebih banyak untuk berdoa hari ini: Saya akan
membaca sesuatu yang rohaniah hari ini; saya akan mencari tempat yang tenang (pada suatu saat pada hari ini) dan mendengarkan firman Tuhan.

(SomeoNE)

About Goossip…!!!!

Di jaman Yunani kuno, Socrates adalah seorang

terpelajar dan intelektual yang terkenal reputasinya

karena pengetahuan dan kebijaksanannya yang tinggi.

Suatu hari seorang pria berjumpa dengan Socrates dan

berkata, Tahukah anda apa yang baru saja saya dengar

mengenai salah seorang teman anda?”

Tunggu sebentar,” jawab Socrates. Sebelum

memberitahukan saya sesuatu, saya ingin anda melewati

sebuah ujian kecil.

Ujian tersebut dinamakan Ujian Saringan Tiga Kali.”

Saringan tiga kali?” tanya pria tersebut. “Betul,”

lanjut Socrates.

Sebelum anda mengatakan kepada saya mengenai teman

saya, mungkin merupakan ide yang bagus untuk

menyediakan waktu sejenak dan menyaring apa yang akan

anda katakan. Itulah kenapa saya sebut sebagai Ujian

Saringan Tiga Kali.

Saringan yang pertama adalah KEBENARAN.

Sudah pastikah anda bahwa apa yang anda akan katakan

kepada saya adalah benar?”

Tidak,” kata pria tersebut,”sesungguhnya saya baru

saja mendengarnya dan ingin memberitahukannya kepada

anda“. Baiklah,” kata Socrates.

Jadi anda sungguh tidak tahu apakah hal itu benar atau tidak.”

Sekarang mari kita coba saringan kedua yaitu :KEBAIKAN

Apakah yang akan anda katakan kepada saya mengenai

teman saya adalah sesuatu yang baik?” “Tidak,

sebaliknya, mengenai hal yang buruk“.

Jadi,” lanjut Socrates, “anda ingin mengatakan kepada

saya sesuatu yang buruk mengenai dia, tetapi anda

tidak yakin kalau itu benar.

Anda mungkin masih bisa lulus ujian selanjutnya,yaitu: KEGUNAAN

Apakah apa yang anda ingin beritahukan kepada saya

tentang teman saya tersebut akan berguna buat saya?”

Tidak, sungguh tidak,” jawab pria tersebut. “Kalau

begitu,” simpul Socrates,” jika apa yang anda

ingin beritahukan kepada sayatidak benar, tidak

juga baik, bahkan tidak berguna untuk saya, kenapa

ingin menceritakan kepada saya ?”

Sebuah panah yang telah melesat dari busurnya dan

membunuh jiwa yang tak bersalah, dan kata-kata yang

telah diucapkan yang menyakiti hati seseorang,

keduanya tidak pernah bisa ditarik kembali.

Jadi sebelum berbicara, gunakanlah Saringan Tiga Kali.

4 Tipe Manusia Dalam Menghadapi Tekanan Hidup

“Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh” (John Gray)

Pembaca, hidup memang tidak lepas dari berbagai tekanan. Lebih-lebih, hidup di alam modern ini yang menyuguhkan beragam risiko. Sampai seorang sosiolog Ulrich Beck menamai jaman kontemporer ini dengan masyarakat risiko (risk society). Alam modern menyuguhkan perubahan cepat dan tak jarang mengagetkan.

Nah, tekanan itu sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana orang bereaksi di kemudian hari. Pembaca, pada kesempatan ini, saya akan memaparkan empat tipe orang dalam menghadapi berbagai tekanan tersebut. Mari kita bahas satu demi satu tipe manusia dalam menghadapi tekanan hidup ini.

Tipe pertama, tipe kayu rapuh.

Sedikit tekanan saja membuat manusia ini patah arang. Orang macam ini kesehariannya kelihatan bagus. Tapi, rapuh sekali di dalam hatinya. Orang ini gampang sekali mengeluh pada
saat kesulitan terjadi.
Sedikit kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tak berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup.
Majalah Time pernah menyajikan topik generasi kepompong (cacoon generation).
Time mengambil contoh di Jepang, di mana banyak orang menjadi sangat lembek karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan. Menghadapi orang macam ini, kadang kita harus lebih berani tega. Sesekali mereka perlu belajar dilatih menghadapi kesulitan. Posisikan kita sebagai pendamping mereka.

Tipe kedua, tipe lempeng besi.
Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan
tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut.
Tambahan tekanan sedikit saja, membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau mau berusaha, orang ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.

Tipe ketiga, tipe kapas.
Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba, orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah Anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi.
Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.

Tipe keempat, tipe manusia bola pingpong.
Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, justru ia memantuk ke atas dengan lebih dahsyat. Saya teringat kisah hidup motivator dunia Anthony Robbins dalam salah satu biografinya.
Untuk memotivasi dirinya, ia sengaja membeli suatu bangunan mewah, sementara uangnya tidak memadai. Tapi, justru tekanan keuangan inilah yang membuat dirinya semakin kreatif dan tertantang mencapai tingkat finansial yang diharapkannya.

Hal ini pernah terjadi dengan seorang kepala regional sales yang performance- nya bagus sekali. Tetapi, hasilnya ini membuat atasannya tidak suka. Akibatnya, justru dengan sengaja atasannya yang kurang suka kepadanya memindahkannya ke daerah yang lebih parah kondisinya. Tetapi, bukannya mengeluh seperti
rekan sebelumnya di daerah tersebut. Malahan, ia berusaha membangun netwok, mengubah cara kerja, dan membereskan organisasi. Di tahun kedua di daerah tersebut, justru tempatnya berhasil masuk dalam daerah tiga top sales.

Contoh lain adalah novelis dunia Fyodor Mikhailovich Dostoevsky. Pada musim dingin, ia meringkuk di dalam penjara dengan deraan angin dingin, lantai penuh kotoran seinci tebalnya, dan kerja paksa tiap hari. Ia mirip ikan herring dalam kaleng. Namun, Siberia yang beku tidak berhasil membungkam kreativitasnya.
Dari sanalah ia melahirkan karya-karya tulis besar, seperti The Double dan Notes of The Dead. Ia menjadi sastrawan dunia. Hal ini juga dialami Ho Chi Minh. Orang Vietnam yang biasa dipanggil Paman Ho
ini harus meringkuk dalam penjara. Tapi, penjara tidaklah membuat dirinya patah arang. Ia berjuang dengan puisi-puisi yang ia tulis. A Comrade Paper Blanket menjadi buah karya kondangnya.

Nah, pembaca, itu hanya contoh kecil. Yang penting sekarang adalah Anda. Ketika Anda menghadapi kesulitan, seperti apakah diri Anda? Bagaimana reaksi Anda? Tidak menjadi persoalan di mana Anda saat ini.
Tetapi, yang penting bergeraklah dari level tipe kayu rapuh ke tipe selanjutnya. Hingga akhirnya, bangun mental Anda hingga ke level bola pingpong. Saat itulah, kesulitan dan tantangan tidak lagi menjadi suatu yang mencemaskan untuk Anda. Sekuat itukah mental Anda?
( SomeOne,Fresh Artikel)

Patung “David”

Di Florence, terdapat sebuah museum istimewa yang sengaja dibangun bagi sebuah patung David yang diciptakan oleh Michelangelo beberapa ratus tahun yang lalu. Patung itu barangkali adalah sebuah kaya patung yang paling indah di dunia. Berada secara fisik di dalam ruangan yang sama dengan patung tersebut adalah sebuah pengalaman yang tidak akan pernah dapat dilupakan.

Cerita tentang pembuatan David sangat menarik dan menjadi pelajaran berharga. Dahulu, Michelangelo diminta secara khusus oleh keluarga Medicis untuk menciptakan sebuah patung yang akan diletakkan di alun-alun Kota Florence. Keluarga Medicis adalah “sebuah keluarga yang kaya raya dan terpandang di Italia pada zaman tersebut”. Sebuah pesanan khusus dari keluarga Medicis bukan hanya berarti sebagai sebuah kehormatan besar; pesanan seperti ini juga sebuah tugas yang tidak dapat ditolak begitu saja. Selama dua tahun penuh Michelangelo mencari sebongkah batu yang dapat dia pergunakan untuk menciptakan sebuah mahakarya bagi keluarga Medicis.

Akhirnya, di pinggir sebuah jalan di Florence, separuh tertutup semak belukar dan tertimbun lumpur, dia menemukan sebongkah besar pualam di atas sebuah titian kayu. Batu tersebut bertahun-tahun sebelumnya telah diangkut, dari pegunungan, tetapi tidak pernah dipergunakan orang.

Michelangelo telah melalui jalanan itu berkali-kaki, tetapi kali ini dia berhenti dan menatap batu tersebut lebih dekat lagi. Ketika dia maju mundur mengamati bongkahan pualam itu, dengan jelas dia dapat membayangkan patung David dan melihatnya di dalam batu tersebut secara keseluruhan.

KEBERHASILAN BESAR MEMBUTUHKAN KERJA KERAS YANG PANJANG

Sang pematung dengan segera mengatur agar bongkahan pualam itu dapat diangkut ke studionya yang cukup jauh dari tempat ditemukannya batu tersebut. Dia kemudian memulai pekerjaannya yang panjang dan berat, memalu dan memahat. Diperlukan dua tahun penuh baginya untuk bekerja menciptakan gambaran kasar patung tersebut. Dia kemudian menyisihkan palu dan pahatnya, dan menghabiskan dua tahun lagi untuk memoles dan menghaluskan sampai patung itu benar-benar siap.

Michelangelo pada saat itu telah menjadi seorang pematung yang terkenal, dan kabar bahwa dia sedang mengerjakan sebuah pesanan khusus dari keluarga Medicis telah menyebar ke seantero Italia. Ketika waktunya tiba untuk mempertontonkan patung tersebut kepada publik, ribuan orang datang dari seluruh Italia danberkumpul di alun-alun kota.

Ketika selubung yang menutup patung dibuka, kerumunan massa yang berada disana tercengang dengan mulut ternganga. Patung itu luar biasa indah. Orang banyak bersorak-sorai. Wanita-wanita jatuh pingsan. Para pengunjung merasa kagum melihat kecantikan luar biasa patung hebat itu. Michelangelo dengan segera dikenal sebagai pematung terhebat pada zamannya.

Sesudah itu, ketika Michelangelo ditanya bagaimana dia dapat menciptakan sebuah mahakarya seperti itu, dia menjawab dengan mengatakan bahwa dia telah melihat David dengan lengkap dan sempurna pada batu pualam yang dia temukan. Yang dia lakukan hanyalah membuang apa-apa yang bukan David.

ANDA ADALAH SEBUAH MAHAKARYA

Terdapat beberapa kesamaan antara Anda dan patung David.

Anda pun kurang lebih seperti sebuab mahakarya hebat yang terdapat dalam sebongkah pualam. Akan tetapi, pualam yang menutupi Anda, seperti juga kebanyakan orang lain, adalah pemikiran yang sempit dan terbatas serta kekhawatiran yang berlebih terhadap berbagai kemungkinan kerugian dan kegagalan, dan bukannya antisipasi penuh semangat menyongsong datangnya kesuksesan dan keberhasilan.

Agar dapat menyadari potensi Anda, hal mendesak yang perlu Anda lakukan adalah menjebol pemikiiran sempit Anda dengan memimpikan impian yang besar dan membayangkan berbagai kemungkinan yang tak terbatas. Anda harus menghilangkan semua keyakinan-keyakinan negatif yang telah menghambat Anda untuk menjadi apa yang sebenarnya dapat Anda capai.

Namun ingatlah, bahkan setelah David dibebaskan dari batu pualamnya, Michelangelo membutuhkan dua tahun penuh untuk memoles dan menghaluskannya dan menjadikannya sebuah mahakarya, Demikian juga Anda.

Andalah yang harus meneruskannya, memoles dan menghaluskan, belajar dan berlatih, selama berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, mengembangkan dan mengeluarkan semua bakat dan kebisaan Anda yang terdapat jauh di dalam diri Anda.

(SomeOne, Artikel Fresh)

STORM OF LIFE

Di sebuah pulau yang kecil, berkumpullah berbagai macam kapal di dermaga, mulai perahu kecil, kapal kecil, kapal besar, perahu mesin, kapal mesin, speed boat, kapal layar, dan berbagai jenis kendaraan air lainnya. Para perahu nelayan pun tidak berani menantang badai yang telah menenggelamkan beberapa perahu nelayan lainnya selama beberapa minggu. Dalam beberapa minggu dermaga itu dipenuhi dengan kapal-kapal yang memilih berdiam diri. Sumber informasi yang terpercaya mengabarkan bahwa musim badai kali ini tidak akan berhenti dalam beberapa bulan. Bisa dikatakan bahwa musim badai kali ini bisa saja terjadi dalam setahun bahkan mungkin lebih. Hal itu membuat semua kapal-kapal semakin takut untuk beroperasi atau bekerja.

Namun, tidak semua kapal memilih untuk tidak berlayar. Adalah perahu layar yang cukup tua sedang mempersiapkan layar2nya seperti hendak melakukan perjalanan jauh. Hal itu membuat semua kapal menjadi heran dan juga menasihati dia untuk tidak melakukan perjalanan yang berbahaya itu. Selama musim badaiyang sangat besar itu tidak ada satu kapal pun yang selamat tiba di tujuantaupun kembali. Ketika kapal layar itu bersikeras untuk berlayar, para kapal lainnya bertanya kepadanya mengapa ia nekad melakukan perjalanan yang berbahaya itu. Si kapal layar menjawab, “ sampai kapan kita akan tinggal di pulau ini sementara musim badai tahun ini belum tentu kapan akan berhenti. Pulau ini sangat kecil. Segala persediaan dan kebutuhan kita selalu dating dari pulau besar yang ada di seberang sana. Akankah kita menantikan semua persediaan habis lalu kemudian kita baru berusaha mencari persediaan baru? Ataukah kita harus menunggu badai ini berhenti meskipun kita tidak tahu kapan badai ini akan berhenti?” perkataan kapal layar diresponi sinis oleh kapal mesin, “kapal mesin saja yang berkekuatan besar saja tidak akan sanggup melawan badai sebesar ini. Bagaimana kamu sebagai kapal layar yang hanya berharap kepada angin mampu berhasuil menantang badai ini? Yang terjadi justru kamu akan diombang-ambingkan oleh badai dan angin yang akan membawa kamu ke dalam pusaran air yang akan mencelakakan kamu.”

Si kapal layar, mendengarkan semua nasihat, sindiran dan juga cacian dari kapal-kapal lainnya yang meragukan keberhasilannya. Meskipun demikian, ia tetap memutuskan untuk berlayar di pulau seberang. Sebelum ia pergi, ia menitip pesan buat semua sahabat2nya yang memilih tinggal di pulau kecil itu,”sobat, pengharapan adalah hidup, keyakinan adalah semangat. Saya yakin bahwa angin badai ini akan membawa saya ke pulau seberang”. Si kapal layar pun pergi. Semua sahabat dan kapal2 lainnya menganggap dia gila. Beberapa jam kemudian badai besar pun dating, lebihbesar dari sebelumnya. Semua kapal yang ada di dermaga panic. Beberapa dari mereka berkata, “si kapal layar memilih mati!” Namun perkataan itu dibalas oleh perahu kecil, “kita yang akan mati karena pulau ini kan tenggelam!”

Singkat cerita, pulau kecil itu tenggelam bersama-sama dengan kapal2 yang terikat di dermaga. Sedangkan si kapal layar, meskipun dengan kondisi yang sedikit parah, ia bisa tiba di pulau besar dimana di sana ia diperbaiki menjadi kapal layar yang baru karena berani menantang badai. Ia berhasil bertahan hidup karena memiliki pengharapan dan keyakinan.

Guys, hidup kita tidak akan pernah berhenti dari badai masalah karena itulah hidup. Hidup tanpa masalah sama dengan sekolah tanpa ujian. Apakah kita akan naik kelas dan masuk dalam setiap tahap pendidikan jika tidak ada ujian? Demikian juga dengan hidup kita. Ujian dan cobaan akan terus datang maka kita harus punya keyakinan bahwa kita pasti akan berhasil melaluinya. Kita pun butuh pengharapan, yakni kita berharap sepenuhnya kepada Tuhan bahwa hanya tangan-Nyalah yang mampu memimpin kita melewati badai kehidupan dengan selamat.

Jangan pernah menyerah atau pun berpikir pesimis tentang hidup ini. Masa depan kita selalu menjadi baik jika kita hidup dalam pengharapan dan keyakinan. Optimis di dalam Tuhan itu sangat perlu. Kalau Tuhan meluaskan badai kehidupan menerpa kita, maka Ia pasti telah menyediakan solusi agar kita melaluinya. Dan juga kita telah naik level dalam tingkatan Rohani Kita, semakin tinggi kita naik level, maka badai masalah akan lebih besar menerpa kita, namun itu tidak masalah, karena kita punya Tuhan yang tidak akan pernah bertindak diam, Dia itu bagaikan Seorang nakhkoda dalam kehidupan kita, dengan Yesus sebagai Nakhkoda kita, segala macam jenis badai apapun akan dapat kita lalui bersama-Nya.

“Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Ibrani 13:5b

Ayam Rajawali

Alkisah, di suatu perkampungan hiduplah seorang pemburu. Suatu hari dia naik ke bukit yang penuh batu cadas untuk menangkap rajawali. Sesampai di sarang rajawali, dia hanya menemukan sebutir telur. Daripada pulang sia-sia, telur tersebut dibawanya pulang dan diletakkannya di induk ayam yang sedang mengeram. Singkat cerita, semua telur yang dieramkan menetas, anak ayam muncul satu-satu, begitu juga dengan anak rajawali. Hari demi hari dilalui sang rajawali dengan perilaku ayam, karena dia mengira dirinya ayam. Ia mengais-ngais tanah, memakan cacing, bermain di selokan, dan segala perilaku layaknya seekor ayam. Suatu hari, rajawali dan anak-anak ayam itu dikejar-kejar musang, mereka lari terbirit-birit, dan bersembunyi. Di tengah-tengah kepanikan dan ketakutan luar biasa itu, sang anak rajawali menengadah ke langit, dan terlihat olehnya seekor burung rajawali dewasa terbang gagah membelah awan. Terlintas dalam benaknya, ia ingin terbang seperti rajawali itu, begitu gagah dan perkasa tampaknya, dan ia mulai mencoba mengepak-ngepakkan sayapnya katika tiba-tiba anak ayam lain berceloteh: “hey, sedang apa kau?? Kita ini ayam, bukan rajawali, dan ayam itu tidak bisa terbang, selamanya ayam tidak akan pernah bisa terbang “semangat anak rajawali pun surut dan cita2nya mundur teratur, dan dia ikut bersembunyi bersama anak ayam lainnya.

Karena “ketidaktahuan”, banyak orang melewati hidupnya dengan sia-sia. Sadari kemampuan diri sendiri, hati-hati terhadap ‘nasehat’ yang menghambat, kembangkan potensi ‘Rajawali’ yang ada dalam diri kita.

Short Story

Seorang Kakek hidup di suatu
perkebunan di suatu pegunungan sebelah
timur
Negara bagian Kentucky (Amerika)
dengan cucu lelakinya yg masih muda.
Setiap pagi Kakek bangun lebih awal
dan membaca Alkitab di meja makan di
dapurnya. Cucu lelaki nya ingin
sekali menjadi seperti kakeknya dan
mencoba untuk menirunya dalam cara
apapun semampunya.

Suatu hari sang cucu nya bertanya, ”
Kakek! Aku mencoba untuk membaca
Alkitab seperti yang kakek lakukan
tetapi aku tidak memahaminya, dan apa
yang aku pahami aku lupakan secepat
aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari
membaca Alkitab?” Dengan tenang sang
Kakek dengan mengambil keranjang
tempat arang, memutar sambil melobangi
keranjang nya ia menjawab, ” Bawa
keranjang ini ke sungai dan bawa
kemari lagi penuhi dengan air.”

Maka sang cucu melakukan seperti yang
diperintahkan kakek, tetapi semua air
habis menetes sebelum tiba di depan
rumahnya.
Kakek tertawa dan berkata, “Lain kali
kamu harus melakukukannya lebih cepat
lagi,” Maka ia menyuruh cucunya
kembali ke sungai dengan keranjang tsb
untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari
lebih cepat, tetapi tetap, lagi2
keranjangnya kosong sebelum ia tiba di
depan rumah. Dengan terengah-engah,
ia berkata kepada kakek nya bahwa
mustahil membawa air dari sungai dengan
keranjang yang sudah dibolongi, maka
sang cucu mengambil ember sebagai
gantinya. Sang kakek berkata, ” Aku
tidak mau ember itu; aku hanya mau
keranjang arang itu. Ayolah, usaha
kamu kurang cukup,” maka sang kakek
pergi ke luar pintu untuk mengamati
usaha cucu laki-lakinya itu.
Cucu nya yakin sekali bahwa hal itu
mustahil, tetapi ia tetap ingin
menunjukkan kepada kakek nya, biar
sekalipun ia berlari secepat-cepatnya,
air tetap akan bocor keluar sebelum ia
sampai ke rumah. Sekali lagi sang
cucu mengambil air ke dalam sungai dan
berlari sekuat tenaga menghampiri
kakek, tetapi ketika ia sampai didepan
kakek keranjang sudah kosong lagi.

Sambil terengah-engah ia berkata, ”
Lihat Kek, percuma!” ” Jadi kamu pikir
percuma?” Jawab kakek. Kakek
berkata, ” Lihatlah keranjangnya. ”
Sang cucu menurut, melihat ke dalam
keranjangnya dan untuk pertama kalinya
menyadari bahwa keranjang itu sekarang
berbeda. Keranjang itu TELAH BERUBAH
dari keranjang arang yang tua kotor
dan kini BERSIH LUAR DAN DALAM.

“Cucuku, hal itulah yang terjadi
ketika kamu MEMBACA ALKITAB. Kamu TIDAK
BISA MEMAHAMI atau INGAT segalanya,
tetapi KETIKA kamu MEMBACANYA LAGI,
kamu AKAN BERUBAH, luar dalam. Itu
adalah KARUNIA dari ALLAH di dalam
hidup
kita.”